Irva Zahrotul Wardah : Fatayat Untuk Masyarakat.

Irva Zahrotul Wardah : Fatayat Untuk Masyarakat.

Kecanggihan teknologi dan kemudahan akses internet telah membantu kita mendapatkan
infromasi dengan cepat. Tak jarang internet juga menyebabkan tersebar luasnya informasi-informasi
tidak valid bahkan palsu hoax. Penyebaran paham-paham radikal pun sangat mudah didapati di
zaman serba modern ini. Tak jarang banyak generasi muda, yang termakan oleh paham-paham yang
tidak memiliki sumber akurat.

Hal itu memicu beberapa organisasi islam untuk bergerak. Bukan perkara mudah memang
membina generasi muda dengan kondisi sosial demikian. Hal ini juga dirasakan Irva Zahrotul
Wardah, Duta Fatayat 2017. Semenjak pendeklarasian dirinya sebagai duta fatayat, mengenalkan
fatayat menjadi bagian dari kegiatannya sehari-hari. Setelah disinggung tentang apa sebenarnya
fatayat, irva begitu ia akrab dipanggil menanggapi, “fatayat sendiri adalah organisasi
beranggotakan perempuan muda yang menjadi salah satu ujung tombak Nahdlatul Ulama (NU)
sedangkan duta fatayat sendiri baru pertama kali diadakan di Gresik.”

Organisasi besutan NU ini memang aktif dalam pelbagai kegiatan di bidang pengkajian Agama Islam. Dengan tujuan merangkul milenialis agar tidak mudah terkikis mentalitasnya di tengah era globalisasi, fatayat menciptakan
ruang baru dalam hal literasi yakni melalui pemilihan duta fatayat yang dilaksanakan pertama kali pada tahun
2017 kemarin. “Di tengah carut marutnya penyebaran informasi, apapun bisa menjadi mungkin, maka
dari itu fatayat akan selalu mendampingi masyarakat dalam bidang kami yakni keagamaan (islam),”
ucapnya saat ditemui reporter Suaraperempuan.

“Fatayat untuk masyarakat,”tambahnya. Alumnus UINSA ini menuturkan sementara ini cara mensosialisasikan fatayat hanya melalui perbincangan informal dengan lingkungan sekitar saya, masih banyak pula yang belum tahu apa itu fatayat, apa saja kegiatannya.

Merujuk pada program kerja yang ia buat, untuk jangka Panjang diskusi di ruang publik berupa seminar atau Forum Group Discussion (FGD) patut dicoba.
Modernitas menuntut perempuan untuk cakap dalam banyak hal, sudah sepatutnya rohani juga dilakukan peng-upgrade- an, apapun agamanya.

Perempuan mempunyai peluang yang sama dalam meraih mimpi. Begitupula dalam bidang
menuntut ilmu. Kesadaran masyarakat akan pentingnya menuntut ilmu bagi setiap ras dan golongan
termasuk perempuan semakin meningkat. “Kekinian boleh, idealis boleh, berkarya harus, tapi
mempelajari agama kita sendiri juga sangat penting,” ucapnya sebagai pesan penutup. (re)

Article written by adminwebsite

Suara Perempuan adalah sebuah komunitas yang mengambil fokus pada pemberdayaan masyarakat, khususnya perempuan dan anak-anak dalam bidang pendidikan. Karena minimnya pendidikan yang didapat adalah sebuah muara dalam pelbagai kasus tindakan pelecehan, diskriminasi, hingga kriminalitas yang dialami oleh perempuan di Indonesia.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *