Rieka Handayani, Representasi Perempuan Masa Kini

Surabaya-Suara Perempuan: Pekerja keras dan periang, adalah dua kata yang tepat untuk menggambarkan sosok perempuan yang satu ini. Senyum yang selalu mengembang di bibirnya membuat banyak klien baik dari dalam maupun luar negeri merasa nyaman ketika bersua dan berbincang dengannya. Ya, dia adalah perempuan cantik yang berprofesi sebagai Head Public Relation (PR) Blanja.com, Rieka Handayani.

Kecintaanya terhadap profesi yang ia pilih membuat ibu satu anak ini selalu all out dalam menekuni bidang kerjanya. Tak heran, jika sudah dalam rangka tugas, Rieka sering tak ingat waktu. Kendati begitu, dia jarang merasa jenuh, apalagi mengeluh.

“Ya, bisa dibilang hobi saya itu bekerja, karena sejak kecil sudah diajarkan untuk bisa hidup mandiri oleh kedua orangtua meskipun saya perempuan,” ujarnya saat dihubungi melalui sambungan Whatsapp, Sabtu (13/01/2017).

Lahir pada 18 Januari 1984, perempuan asal Paris van Java ini adalah seorang yang sangat total di bidang pekerjaannya. Betapa tidak, ia menekuni beberapa bidang sekaligus. Sebut saja bidang public relations, digital strategy, social media, analityc, komunikasi, hingga e-commerce.

“Sebenarnya saya juga suka dengan dunia politik, tapi itu hanya sekadar untuk pembicaraan di sela-sela rutinitas sehari-hari,” lontarnya.

Ibu dari Rayhan Sabrina Sakhikirana ini juga menjelaskan, bahwa perkembangan dunia PR saat ini tidak lepas dari digital channel. Sebab hampir semua bidang kerja PR bisa dipastikan akan bermuara pada hal yang berbasis digital.

“Era seperti saat ini kita tidak lagi hanya berbicara facebook ataupun instagram sebagai ruang digital channel, melainkan sudah pada tahapan pemanfaatan vlogger dan buzzer. Jadi ini lebih pada tuntutan zaman,” terangnya.

Travelling dan Kedai Kopi

Padatnya pekerjaan yang ia geluti membuat perempuan yang menggemari dunia fotografi ini benar-benar memanfaatkan hari liburnya. Rieka mengaku kerap menghabiskan waktu luangnya dengan menyalurkan hobi sekaligus melakukan aktivitas menyenangkan.

“Kalaupun ada waktu luang, main ke pantai dan fotografi menjadi satu paket lengkap kegiatan saya. Selain itu, bermain dan bercengkrama dengan anak juga menjadi prioritas saya di kala senggang,” ungkap perempuan yang juga aktif dalam komunitas Indonesia Pinhole Camera ini.

Rieka, juga seorang penggila kopi dan pantai. Menurutnya kedua aktivitas ini bisa memberikan energi positif. Pasalnya, di tengah suasana tenang pantai sembari menikmati kopi adalah dua hal yang saling melengkapi.

“Ketika berkunjung ke pantai, saya dapat menikmati suasana alam yang tenang, jauh dari kebisingan khas kota metropolis seperti Jakarta, sehingga ada ruang bagi saya melakukan meditasi, berdialog dengan diri sendiri. Dari situlah ada energi positif yang bisa saya ambil,” kata alumnus Institut Teknologi Nasional, Bandung, ini.

Saking gemarnya pada kopi, Rieka pun berangan-angan membuka sebuah kedai kopi. Sebab, bagi perempuan yang memiliki prinsip ‘love what you do, do what you love, and be passionate‘ ini, kopi mengajarkannya filosofi akan proses kerja keras yang panjang untuk bisa mengecap nikmat buah kesuksesan. Oleh karena itu, dirinya mulai terdorong untuk mempelajari bisnis kedai kopi.

“Seperti kopi, sebelum disajikan untuk siap diseduh, harus terlebih dahulu melewati proses yang panjang. Mulai dari pemilihan biji kopi, kemudian proses pemasakan dengan sangrai, hingga memunculkan aroma, serta proses penggilingan menjadi bubuk kopi untuk bisa diseduh dengan air panas, barulah kenikmatan secangkir kopi dapat kita nikamti. Tak jauh berbeda dengan proses kehidupan, yang mengharuskan kita untuk terus bekerja keras, pantang menyerah, agar dapat mengecap buah kesuksesan, itulah alasan utama kenapa saya ingin buka kedai kopi,” tutupnya di akhir perbincangan. (Poundra/Bisniskini.com)

Article written by adminwebsite

Suara Perempuan adalah sebuah komunitas yang mengambil fokus pada pemberdayaan masyarakat, khususnya perempuan dan anak-anak dalam bidang pendidikan. Karena minimnya pendidikan yang didapat adalah sebuah muara dalam pelbagai kasus tindakan pelecehan, diskriminasi, hingga kriminalitas yang dialami oleh perempuan di Indonesia.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *